Laman

Rabu, 14 November 2012

Analisis Puisi dan Penyair


Analisis penggunaan diksi pada puisi-puisi penyair.
Analisis hubungan antara puisi yang satu dengan puisi lainnya setiap penyair.

1.      Amir Hamsah
Judul Puisi : Padamu Jua, Hanyut Aku, Hanya Satu, Doa Poyangku.
Analisis    : Puisi-puisi Amir Hamsah banyak menggunakan diksi atau pilihan kata “kekasihku”. Pada puisi-puisi tersebut kata kekasihku ini bermakna Tuhan atau sesuatu yang begitu dipuja sang penyair. Keempat puisi tersebut saling berkaitan, menggambarkan pengaduan dan pujian pada Tuhan.   
2.      Taufik Ismail
Judul Puisi : Buku Tamu Musium Perjuangan, Gugur dalam Pencegatan Tahun Empat Puluh Delapan, Rindu pada Setelan Jas Putih dan Pantolan Putih Bung Hatta, dan Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia.
Analisiss    : Keempat puisi Taufik Ismail tersebut banyak menggunakan diksi atau pilihan kata “tahun”.  Kata tahun dalam puisi Taufik Ismail digunakan untuk menggambarkan waktu terjadinya peristiwa yang dituliskan dalam puisi tersebut. Puisi-puisi Taufik Ismail tersebut saling berhubungan pada puisi Buku Tamu Musium Perjuangan menceritakan mengenai seorang tamu museum yang menceritakan kesannya pada buku tamu, kemudian pada puisi Gugur dalam Pencegatan Tahun Empat Puluh Delapan menceritakan mengenai cerita kakek penjaga museum yang melihat tamu tersebut. Pada puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia menggambarkan keadaan Negara Indonesia yang sangat memalukan, kemudian pada puisi Rindu pada Setelan Jas Putih dan Pantolan Putih Bung Hatta menggambarkan sebuah curhatan mengenai betapa malunya menjadi orang Indonesia. Jadi, puisi-puisi Taufik Ismail sling berhubungan dan banyak menggambarkan keadaan Negara Indonesia baik pada masa perjuangan maupun setelah kemerdekaan.  
3.      W. S. Rendra
Judul Puisi : Sajak Sebatang Lisong, Sajak Rajawali, Sajak Pertemuan Mahasiswa, dan Surat Cinta.
Analisis     : Puisi-puisi W.S. Rendra banyak menggunakan diksi “langit”. Dalam karya puisinya banyak menggunakan penggambaran alam, seperti langit, burung, matahari, dan lain sebagainya. Karya-karya puisinya menggambarkan keadaan masyarakat, menggambarkan kenyataan hidup masyarakat, selain itu ada juga puisi yang menggambarkan kisah romantis.   
4.      Chairil Anwar
Judul Puisi: Penerimaan, Persetujuan dengan Bung Karno, Prajurit Jaga Malam, dan Senja Di Pelabuhan Kecil.
Analisis: Puisi-puisi Chairil Anwar banyak menggunakan diksi “Aku” yang bermakna bahwa dalam puisi-puisinya tersebut selalu menggambarkan isi hatinya, menggambarkan keadaan dirinya. Antara puisi “Persetujuan dengan Bung Karno” dan puisi “Prajurit Jaga Malam” sama-sama menceritakan mengenai perjuangan pada masa tersebut. Puisi “Penerimaan” dan “Senja Di Pelabuhan Kecil” sama menceritakan mengenai hal romantis yang dirasakan penyair.
5.      Andriani E.
Judul Puisi : Aku Masih Menanti, Sakit Ini, Kuda Troya Di Hatiku, dan Cinta.
Analisis     : Puisi-puisi tersebut banyak menggunakan diksi aku, sayang, hati, cinta. Puisi-puisi tersebut saling berhubungan semuanya menggambarkan perasaan terluka. Dalam puisi tersebut berisikan hal-hal mengenai perasaan penyair yang terus menanti, merasakan sakit hati, dan bagaimana perasaan cinta itu terus masuk ke dalam jiwanya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar